Rabu, 17 Mei 2017

SEJARAH SOUND SYSTEM

Latest Event Updates

SUBNET MASK

POSTED ON 
A. PENGERTIAN SUBNET MASK
Subnet Mask adalah istilah teknologi informasidalam bahasa inggris yang mengacu kepada angka biner 32 bit yang digunakan untuk membedakan network ID dengan host ID, menunjukkan letak suatu host, apakah berada di jaringan lokal atau jaringan luar.
RFC 950 mendefinisikan penggunaan sebuah subnet mask yang disebut juga sebagai address mask sebagai sebuah nilai 32-bit yang digunakan untuk membedakan network identifier dari host identifier di dalam sebuah alamat IP. Bit-bit subnet mask yang didefinisikan, adalah sebagai berikut :
– Semua bit yang ditujukan agar digunakan oleh network identifier diset ke nilai 1.
– Semua bit yang ditujukan agar digunakan oleh host identifier diset ke nilai 0.
Setiap host di dalam sebuah jaringan yang menggunakan TCP\IP membutuhkan sebuah subnet mask meskipun berada di dalam sebuah jaringan dengan satu segmen saja. Entah itu subnet mask default ( yang digunakan ketika memakai network identifier berbasis kelas ) ataupun subnet mask yangdikustomisasi ( yang digunakan ketiak membuat subnet atau supernet ) harus dikonfigurasi di dalam setiap node TCP\IP.
B. FUNGSI SUBNET MAKS
Fungsi Subnet Mask ada dua yaitu :
1. Untuk membedakan antara Network ID dengan Host ID.
2. Untuk menentukan alamat tujuan paket data, apakah “local” atau “remote”.
Subnet mask dapat juga digunakan untuk membuat suatu jaringan lebih tertata. Secara defaultSubnet mask yang ada :
1. Kelas A à 255.0.0.0
2. Kelas B à 255.255.0.0
3. Kelas C à 255.255.255.0
Subnet mask dapat juga diartikan sebagai penanda jaringan. Subnet juga dapat digunakan untuk menentukan jumlah host suatu jaringan, contohnya jika IP Address = 192.168.1.0 yang merupakan IP Kelas C, memiliki Subnet Mask 255.255.255.0, maka IP Address ini memiliki range IP sebanyak 254 host yang artinya jaringan ini dapat menampung 254 komputer yang saling terhubung. Jika kita menginginkan jaringan yang hanya mampu menampung host secara terbatas, maka kita harus memodifikasi Subnet Mask IP tersebut. Caranya yakni dengan mengubah nilai kelompok ke-4 Subnet Mask.
Berikut data host subnet mask :
– 0000 0000 = 0 = 256-0 = 256
IP = 254 Host
– 1000 0000 = 128 = 256-128 = 128
IP = 126 Host
– 1100 0000 = 192 = 256-192 = 64
IP = 62 Host
– 1110 0000 = 224 = 256-224 = 32
IP = 30 Host
– 1111 0000 = 240 = 256-240 = 16
IP = 14 Host
– 1111 1000 = 248 = 256-248 = 8
IP = 6 Host
– 1111 1100 = 252 = 256-252 = 4
IP = 2 Host
– 1111 1110 = 254 = 256-254 = 2
IP = 0 Host
– 1111 1111 = 255 = 256-255 = 1
IP = -1 Host
Kelompok angka 254 & 255 tidak valid karena hanya memiliki 0 dan -1 host. Berdasarkan data diatas, maka jika IP 192.168.1.0 hanya ingin berhubungan dengan 1 komputer saja, maka Subnet Mask yang harus digunakan yakni 255.255.255.252
C. CARA MENGHITUNG SUBNET MASK
Misal anda memiliki IP address 192.168.10.0 dan Subnet mask 255.255.255.128 Ubah angka 128 ke bilangan biner dengan cara sebagai berikut :
128 : 2 = 64 sisa 0
64 : 2 = 32 sisa 0
32 : 2 = 16 sisa 0
16 : 2 = 8 sisa 0
8 : 2 = 4 sisa 0
4 : 2 = 2 sisa 0
2 : 2 = 1 sisa 0
Hasil akhir 1 tidak dapat dibagi menjadi 1
Hasil bilangan binernya adalah 10000000
Banyaknya subnet mask yang tersedia dari rumus 2^x
X adalah jumlah dari angka 1, karena berdasarkan angka binner yang ad jumlah 1 = 1
Maka 2^1 = 2 maka jumlah subnet masknya adalah 2
Bila tersedia hanya 2 subnet mask maka kita harus mencari beberapa subnet mask tersebut ?
Dari subnet mask yang terbesar adalah 256 maka dihasilkan 256 – 128 = 128
Maka subnet masknya adalah 0 dan 128
Contoh lain, bila ditetapkan subnet masknya 255.255.255.192
Jumlah subnet mask dapat dihitung :
192 : 2 = 96 sisa 0
96 : 2 = 48 sisa 0
48 : 2 = 24 sisa 0
24 : 2 = 12 sisa 0
12 : 2 = 6 sisa 0
6 : 2 = 3 sisa 0
3 : 2 = 1 sisa 0
Maka bilangan binnernya adalah 11000000
Karena angka 1 ada 2 maka 2^2 = 4
Dan subnet yang dapat digunakan adalah 256 – 192 = 64, maka subnetnya adalah 0, 64, 128, 192 artinya subnetnya adalah
255.255.255.0
255.255.255.64
255.255.255.128
255.255.255.192
Jumlah host per subnet = 2^y-2, dimana y adalah kebalikan dari x yaitu banyak binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 2^6-2 = 62 host
D. TEKNIK SUBNETTING
Subnetting merupakan teknik memecah network menjadi beberapa subnetwork yang lebih kecil. Subnetting hanya dapat dilakukan pada IP address A, IP address B dan IP address C. Dengan subnetting akan menciptakan beberapa network tambahan, tetapi mengurangi jumlah maksimum host yang ada dalam tiap network tersebut.
Ada beberapa alasan mengapa kita perlu melakukan subnetting, diantaranya adalah sebagai berikut :
– Untuk mengefiensikan alokasi IP address dalam sebuah jaringan supaya bisa memaksimalkan penggunaan IP address.
– Mengatasi masalah perbedaan hardware dan media fisik yang digunakan dalam suatu network, karena router IP hanya dapat mengintegrasikan berbagai network dengan media fisik yang berbeda jika setiap network memiliki address network yang unik.
– Meningkatkan security dan mengurangi terjadinya kongesti akibat terlalu banyaknya host dalam suatu network.
Misalkan disebuah perusahaan terdapat 200 komputer (host). Tanpa menggunakan subnetting maka semua komputer (host) tersebut dapat kita hubungkan ke dalam sebuah jaringan tunggal dengan perincian sebagai berikut :
Misal kita gunakan IP address private kelas C dengan subnet mask default yaitu 255.255.255.0 sehingga perinciannya sebagai berikut :
Network Perusahaan
Alamat jaringan : 192.168.1.0
Host Pertama : 192.168.1.1
Host Terakhir : 192.168.1.254
Broadcast Address : 192.168.1.255
Misalkan di perusahaan tersebut terdapat 2 divisi yang berbeda sehingga kita akan memecah network tersebut menjadi 2 buah subnetwork, maka dengan teknik subnetting kita akan menggunakan subnet mask 255.255.255.128 (nilai subnet mask ini berbeda-beda tergantung berapa subnetwork yang akan kita buat) sehingga akan menghasilkan 2 buah blok subnet, dengan perincian sebagai berikut :
Network Divisi A
Alamat Jaringan/Subnet A : 192.168.1.0
Host Pertama : 192.168.1.1
Host Terakhir : 192.168.1.126
Broadcast Address : 192.168.1.127
Network Divisi B
Alamat Jaringan/Subnet B : 192.168.1.128
Host Pertama : 192.168.1.129
Host Terakhir : 192.168.1.254
Broadcast Address : 192.168.1.255
Dengan demikian dengan teknik subnetting akan terdapat 2 buah subnetwork yang masing-masing network maksimal terdiri dari 125 host (komputer). Masing-masing komputer dari subnetwork yang berbeda tidak akan bisa saling berkomunikasi sehingga meningkatkan security dan mengurangi terjadinya kongesti. Apabila dikehendaki agar beberapa komputer dari network yang berbeda tersebut dapat saling berkomunikasi maka kita harus menggunakan router.

Pengertian exFAT,FAT,FAT32,NTFS

POSTED ON 
  • FAT
    FAT adalah singkatan dari File Allocation Table yang artinya Tabel Alokasi Berkas adalah sebuah sistem berkas yang menggunakan struktur tabel alokasi berkas sebagai cara beroperasinya. FAT Pertamakali di kembangkan oleh Bill Gates (Microsoft) dan Marc McDonald pad tahun 1976-1977. Lalu dikenalkan oleh MS-DOS pada tahun 1981. Sistem berkas ini merupakan berkas utama untuk sistem operasi yang ada saat itu. FAT sekarang banyak digunakan secara luas dalam sistem komputer dan kartu-kartu memori yang digunakan dalam kamera digital dan pemutar media portable.
sistem berkas ini digunakan oleh oleh sistem operasi MS-DOS (hanya versi FAT12 dan FAT16), Windows (hampir semua versi Windows; untuk versi FAT yang didukung olehnya lihat pada bagian versi), GNU/Linux, dan masih banyak sistem operasi lainnya yang juga mendukung, termasuk Macintosh Mac OS/X.
  • FAT32
    FAT32 adalah versi sitem berkas FAT yang generasi terakhir, yang diperkenalkan ketika microsoft merilis windows 95 OEM Service Release 2 atau service Park 2. FAT32 menggunakan lebih banyak Bit untuk mengidentifikasi setiap cluster pada disk. Hasilnya, FAT32 bisa mendukung stotage yang besar sampai 2 terabyte plus efesiensi yang lebih baik. kecuali nda seorang yang sangat haus storage, kapasitas sebesar itu sudah jauh lebih dari cukup. FAT32 menawarkan kemampuan menampung jumlah cluster yang lebih besar dalam partisi. selain itu juga dapat mengembangkan kemampuan hardisk menjadi lebih baik dibanding generasi FAT sebelumnya. Namun FAT32 memiliki kelemahan yang tidak dimiliki FAT16 yaitu terbatasnya sistem operasi yang bisa mengenal FAt32.
  • EXFAT
    exFAT (singkatan dari Extended File Allocation Table, atau seringkali salah disebut sebagai FAT64) adalah sebuah sistem berkas proprietary yang cocok untuk digunakan oleh media-media penyimpanan berbasis memori flash. Sistem berkas ini pertama kali dibuat oleh Microsoft untuk perangkat-perangkat benam di dalam Windows Embedded CE 6.0 dan Windows Vista Service Pack 1. Diperkenalkan pada bulan November 2006, sistem berkas ini dapat digunakan sebagai alternatif dari sistem berkas NTFS, karena memang NTFS memiliki struktur data yang relatif lebih besar ketimbang exFAT.
  • NTFS
    NTFS kepanjangan dari New Technology File System, yang merupakan sebuah sistem berkas yang masukkan oleh Microsoft dalam kumpulan sistem operasi windows NT, yang terdiri dari Windows 2000, Windows XP, Windows Server 2003, Windows Vista, Windows 7. Sistem berkas NTFS memiliki sebuah desain yang sederhana tapi memiliki kemampuan yang lebih dibanding kelompok sistem berkas FAT. NTFS menawarkan beberapa fitur yang dibuuhkan dalam sebuah lingkungan yang terdistribusi, seperti pengaturan akses (access control) siapa saja yang berhak mengakses sebuah berkas atau direktory, penetapan kouta berapa banyak setiap pengguna dapat menggunakan kapasitas hardisk, fitur enkripsi serta toleransi terhadap kesalahan (fault tolerance).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Umumnya komputer/ laptop biasanya booting pertama kali dari HDD. Maka dari itu, anda perlu mengaturnya terlebih dahulu agar booting pertama...